Mau Jadi Ahli SEO | Mau Tahu Cara Mengoptimasi Website Anda | Mau Toko Online Anda Banjir Pengunjung | Mau Meningkatkan Skil SEO Anda | Klik Banner di Bawah ini dan BUKTIKAN!
SEO Academy, sekolah seo, belajar seo

1.2.13


Bila Anda hobi baca berita politik maka Anda temukan banyak problematika di negri ini. Mas media dipenuhi dengan berita tentang pejabat yang korupsi, atau selingkuh atau berbuat kejahatan lainnya. Di saat yang sama, sudah cukup banyak analisa dan solusi yang ditawarkan oleh para pengamat atau lainnya. Walau demikian tetap saja kondisi negri kita masih bahkan seakan semakin runyam, dan susah mencari pemimpin yang handal, jujur dan adil?

Mungkin anda penasaran, mengapa kondisi negri ini bagaikan gali lubang tutup lubang, dan tiada habisnya. Atsar berikut nampaknya tepat sekali untuk menggambarkan kondisi yg ada:

كَمَا تَكُونُونَ يُوَلَّى أَوْ يُؤَمَّرُ عَلَيْكُمْ»

"Bagaimanapun kondisi kalian maka demikianlah model pemimpin yg akan memimpin kalian." ( al qudha'i dll)

Pemimpin kita adalah cerminan kita, maka janganlah kita menyalahkan cermin bila ternyata wajah kita nampak buruk.

Suatu hari saya berjumpa dengan seorang mantan pejabat di negri ini, setelah banyak berkenalan dan cerita kesana kemari, beliau membuat perngakuan yg mengejutkan: dik, saya adalah seorang koruptor, saya mengakui perbuatan saya karena tidak ingin nambah dosa. Namun saya korupsi karena diajari oleh masyarakat, sekolah dan keluarga. Dulu semasa sekolah, di sekolah diizinkan nyontek, teman-teman kagum bila saya bisa mencuri mangga tetangga. Di rumah juga demikian, ayah acuh bila saya mencuri mangga tetangga, dan menganggapnya sebagai hal wajar sebagai kenalakan anak-anak.

Demikianlah pengakuan salah seorang oknum pejabat kita.

Pendek kata, sadarilah saudaraku: para koruptor, pemimpin kejam di negri ini terlahir dari masyarakat kita, masyarakat kitalah yg telah membentuk mental & karakter mereka. Karena itu benahilah masyarakat agar terlahir pemimpin-pemimpin masa depan. Suatu hari Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- mendengar seorang wanita memanggil putranya: kemarilah nak, aku akan memberimu sesuatu. segera Nabi bertanya kepada wanita itu : apa yg akan engkau berikan kepadanya? Wanita itu berkata : sebiji korma, lalu ia menunjukkan kurma itu kepada beliau.

Kemudian Nabi bersabda:

«أَمَا إِنَّكِ لَوْ لَمْ تُعْطِهِ شَيْئًا كُتِبَتْ عَلَيْكِ كِذْبَةٌ

Ketahuilah bahwa andai engkau tidak memberinya sesuatu niscaya ucapanmu tadi dicatat sebagai satu kedustaan. (Abu Dawud)

Sekali lagi anda mungkin bertanya, darimana saya harus memulai, dan kapan akan berhasil? Mulailah dari putra putri Anda yang akan menjadi pemimpin-pemimpin negri ini di masa depan. Dan proses ini insya Allah akan berhasil bila putra-putra Anda yang telah Anda didik dengan baik yang memimpin negri ini.

Penulis: Ust. Muhammad Arifin Badri
Sumber Gambar: http://img.okeinfo.net/content/2010/03/30/339/317817/ECNzWrn6q0.jpg

Pin It

0 Komentar:

Posting Komentar

Bila kamu ada pertanyaan silahkan kirim komentar, dan sebelumnya saya mohon maaf bila terlambat membalas karena banyak kesibukan yang lain :)